Jika harapan bisa diatur, maka hanya akan ada keharusan.
Tanpa duka, tanpa lara, tanpa nestapa, bahkan tanpa cerita.
Karena rasa tercipta dari cita dan cinta yang ditentang realita.
Atas nama harapan, aku resah.
Resah karena ada harap, resah karena takut ditentang realita.
Resah dalam "akankah kamu tetap disana?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar